Mama..
Hujan yang kini turun di kota Apel, menyeruakkan rinduku pada mama. Tetes tetesnya yang bisu, memasyurkan gejolak bertemu dengan mama. Ku ingat jelas, kala hujan kita mendekap dibawah selimut berhimpit kedinginan, aku menyempit dalam ketiakmu. Sebuah lengan yang tak pernah lelah menuntunku menemui kenyamanan kasihmu..
Mama..
Aku tahu aku bukanlah anak yang baik, pun membanggakan. Tapi entah kenapa mama tak pernah lelah menjunjung kebahagiaanku diatas keringat mama. Semangat kerja keras mamapun tak pernah mengenal lelah dan letih, siang dan malam, terik dan hujan, serta tak ada kata menyerah dalam kamus hidup mama..
Mama..
Mungkin aku tak bisa segigih mama, aku tak bisa seperti mama secara keseluruhan. Tapi yang bisa kupastikan, aku berusaha menjadi seperti mama. Semua kebaikan mama membentuk harmoni indah dalam melodi kehidupanku. Aku disini jauh dari mama. Tapi yakinlah ma, doaku tak pernah putus menyerukan namamu dalam hikmat sujudku..