Pena menyayat bercerita tentang sembunyi dirimu
Seperti bunga kuncup yang enggan mekar
Hadirmu mengindah malu segenap hasrat
Biarkan aku menjadi babu segala terlindung dirimu
Bukan fiksi yang tergoreskan cela pada celah
Semua ini telah berwujud, mematung pada gerhana
Jangan kau tuduh ini dusta, karna diri ini tlah nista
Menantimu, aku seperti kacung oleh sekalian budak
Berkaca pada belati, ku hanyut
Tajam dan runcingnya tak pernah ku takut
Melainkan, acuhmulah ajalku
Menggenang baginya kenang bertabir kubur asa
Terus kucangkul yang tak mentak kata mereka
Hanya ingin menoreh atensi daripada mu
Kendati aku hanyalah debu oleh matamu
Tetaplah kau seluruh cakrawala di khatulistiwaku
(Solo, 17 Maret 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar