Minggu, 21 Desember 2014

Sepanjang Masa

Mama..
Hujan yang kini turun di kota Apel, menyeruakkan rinduku pada mama. Tetes tetesnya yang bisu, memasyurkan gejolak bertemu dengan mama. Ku ingat jelas, kala hujan kita mendekap dibawah selimut berhimpit kedinginan, aku menyempit dalam ketiakmu. Sebuah lengan yang tak pernah lelah menuntunku menemui kenyamanan kasihmu..

Mama..
Aku tahu aku bukanlah anak yang baik, pun membanggakan. Tapi entah kenapa mama tak pernah lelah menjunjung kebahagiaanku diatas keringat mama. Semangat kerja keras mamapun tak pernah mengenal lelah dan letih, siang dan malam, terik dan hujan, serta tak ada kata menyerah dalam kamus hidup mama..

Mama..
Mungkin aku tak bisa segigih mama, aku tak bisa seperti mama secara keseluruhan. Tapi yang bisa kupastikan, aku berusaha menjadi seperti mama. Semua kebaikan mama membentuk harmoni indah dalam melodi kehidupanku. Aku disini jauh dari mama. Tapi yakinlah ma, doaku tak pernah putus menyerukan namamu dalam hikmat sujudku..

Jumat, 19 Desember 2014

Kota '45

Halo sesisir jejakku disana
Rindukah kau padaku?
Bagaimana keadaanmu disana?
Tetap dinginkah kau seperti awal perjumpaan kita?
Tetap membingunkankah seperti awal perjalananku?

Tak terasa lama tak bertemu indahmu, lama tak menyapa hawamu, lama tak mendecap lezatmu. Entah mengapa daya tarikmu tak bosan-bosan memikatku. Apakah karena seseorang disana ataukah memang dirimu yang selalu ingin kutemui. Entahlah, mungkin keduanya. Banyak tersimpan khayalanku disana. Khayalan yang kini menjadi kenyataan. Perjuangan berat, kesetiakawanan, pengorbanan panjang, segala sesuatunya membuat kerinduanku bertambah.

Secangkir susu penyemangat yang ia buat di atas meja, selembar roti bantal yang akan sirna dalam 2 hari, sampai letupan ayam ikan yang tak pernah mau berenang dalam panasnya minyak, semua menambah romantisme kerinduanku. Bagaimana dengan kabar si merah hitam? pacuan kuda yang selalu kurindukan. Telah banyak ia menemani keseharianku, selalu setia denganku tanpa pernah merajuk. Tapi sayang, kini tak lagi ku jejakkan kaki untuk membuka pagar dalam takutku karena si bony telah pergi. Mungkin ia sudah lelah, lelah dengan tuanya yang lapuk dimakan kesendiriannya.

Kamis, 18 Desember 2014

Dalam Diam Banyak yang Tak Kau Tahu

Ada yang diam-diam ingin disapa olehmu. Percayalah. 
Ada yang mengharap pertemuan selanjutnya, setelah matamu mendarat di matanya, tanpa aba-aba. Ada yang setiap hari terbangun buru-buru, demi sebuah frasa ‘Selamat pagi’ dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat.  
Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu, tiap kau sebut sebuah nama, miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu, malu-malu. Ada yang memilih terduduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal. Lututnya melemas, tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu. Menunggu sebuah ketukan darimu.

Selasa, 16 Desember 2014

Harmony - Padi

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama ... separuh usiaku
Namun begitu banyak...pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony

Segala kebaikan
Tak akan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa
Karna kupercaya
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony...

Kamis, 11 Desember 2014

Review Doraemon Stand By Me

Semalam aku habis nonton film Doraemon yang Stand By Me. Kebetulan Film ini tayang perdana di Solo dan cuman Platinum Cineplex yang mutarin film ini di Solo. Platinum Cineplex ini bioskop yang paling murah di Solo. Aku nonton film ini 3D hari Kamis cuman Rp 25.000 udah termasuk popcorn sama softdrink. Udahlah harganya murah, eh nayangin film Doraemon lagi, apa ga banyak yang nonton coba. Bioskop kecil inipun akhirnya jadi destinasi favorit saat ini.

Nah, kemarin aku kesana jam 4an, mau beli tiket yang jam 7. Eh pas udah nyampe, ternyata yang sisa tinggal seat paling depan. Yaudah deh, males banget kan kalo mau nunggu besok, akhirnya paksain aja deh tuh nonton di seat A.

Ceritanya diawali oleh aktifitas Nobita sehari-hari yang malas, terlambat sekolah, ga bisa olahraga, dan selalu di bully Giant dan Suneo. Terus datanglah Sewashi Nobi yang merupakan cucu dari cucunya Nobita untuk mengirim Doraemon agar menemani Nobita supaya Nobita dapat memperbaiki masa depannya. Awalnya Nobita begitu kaget dengan kemunculan Sewashi dan Doraemon dari dalam laci meja belajarnya. Setelah dijelaskan barulah ia mengerti. Nobita kemudian mengambil kue dorayaki dari kulkas untuk disuguhkan ke Doraemon dan Sewashi. Doraemon yang untuk pertama kalinya memakan kue itu, seketika langsung jatuh cinta sama kue itu.

Sewashi menunjukan masa depan Nobita. Disana terlihat bahwa Nobita kelak akan menikah dengan Jaiko, adik Giant. Nobita sangat kesal dan sedih mengetahui masa depannya akan menikah dengan seseorang yang suka kasar kepadanya. Namun, Sewashi menambahkan bahwa masa depannya bisa berubah kalau dia mau mengubahnya. Semuanya tergantung apa yang dia lakukan sekarang. Makanya Ia mengirim Doraemon. Namun, Doraemon bersikeras tidak mau tinggal dengan Nobita karena melihatnya sebagai sosok yang sama sekali tidak becus. Selalu ada kesalahan yang dibuat Nobita saat pertemuan pertama mereka. Doraemon membentak Sewashi yang menyuruhnya menjaga Nobita. Karena itu, Sewashi pun menjepit hidung Doraemon dan memprogramnya agar Doraemon menjaga Nobita dan tidak akan bisa kembali sampai Nobita benar-benar merasa bahagia. Doraemonpun hanya bisa pasrah, karena kalau melawan, Doraemon akan kesterum.