Mama..
Hujan yang kini turun di kota Apel, menyeruakkan rinduku pada mama. Tetes tetesnya yang bisu, memasyurkan gejolak bertemu dengan mama. Ku ingat jelas, kala hujan kita mendekap dibawah selimut berhimpit kedinginan, aku menyempit dalam ketiakmu. Sebuah lengan yang tak pernah lelah menuntunku menemui kenyamanan kasihmu..
Mama..
Aku tahu aku bukanlah anak yang baik, pun membanggakan. Tapi entah kenapa mama tak pernah lelah menjunjung kebahagiaanku diatas keringat mama. Semangat kerja keras mamapun tak pernah mengenal lelah dan letih, siang dan malam, terik dan hujan, serta tak ada kata menyerah dalam kamus hidup mama..
Mama..
Mungkin aku tak bisa segigih mama, aku tak bisa seperti mama secara keseluruhan. Tapi yang bisa kupastikan, aku berusaha menjadi seperti mama. Semua kebaikan mama membentuk harmoni indah dalam melodi kehidupanku. Aku disini jauh dari mama. Tapi yakinlah ma, doaku tak pernah putus menyerukan namamu dalam hikmat sujudku..
Dibalik baju lusuhmu, kau belikanku sepasang sepatu baru
Dibalik perut laparmu, kau suapkanku seonggok ayam
Dibalik hancur mimpimu, kau berikanku mimpi baru yang tak mungkin mampu kuraih tanpamu
Dibalik bulir air matamu dalam doamu, selalu kau pertaruhkan dirimu demi bahagiaku..
Mama..
Tak sanggup ku menuliskan semua kebaikan tulusmu, semua kasih dan cinta ikhlasmu disini. Terimakasih telah membesarkanku dalan keriaanku dibalik dukamu, maaf aku belum bisa berada didekatmu untuk mengabdi kepadamu. Maaf untuk semua 'ah' yang pernah terucap. Ku rindukan semua yang ada pada mama. Hasrat ingin bertemu ini tak pernah padam pun pudar dalam gelora yang ingin cepat tersalurkan..
Selamat hari ibu, mama..
Papa jangan iri yaa..
Thanks for being a wonderful and magical parents for me..
"Kasih ibu...
Kepada beta...
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi...
Tak harap kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia ♡"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar