Sabtu, 26 Desember 2015

Bayang-Bayang Dosa

Udah cukup lama ya ternyata aku ga ngeposting sesuatu. Bukan karna bingung mau ngeposting apaan sih, cuman mager ngetiknya aja hha. 

Yaudah, ini ada puisi Islami yang aku buat kelas 3 SMA dalam rangka lomba Gaung Ramadhan Smansa (GRS) 2011 tingkat Kota Batam. Alhamdulillah puisi ini mengantarkanku pada piala juara ke-2. Ga nyangka banget, soalnya aku bikin puisi ini dadakan banget dan ini lomba cipta puisi pertama yang aku ikutin.

Selamat membaca...



Bayang-Bayang Dosa

Gelisah hati yang tak pernah redup
Mengiringi langkah hidup ini
Nyawa-nyawa yang banyak direnggut
Mengisahkan tentang pendeknya jarak hidup dan mati

Kenyataan tentang kematian yang kapan saja bisa mengunjungi
Tetap tak mengurangi dosa-dosa  ini
Dosa-dosa yang kian membusuk bagai sampah dipeti hati
Yang dapat menggiring kami ketempat-Mu yang amat pedih

Saat ini, harta lebih penting ketimbang pahala
Pekerjaan lebih utama ketimbang solat
Caci maki lebih menyenangkan ketimbang berzikir
Gosip lebih asyik ketimbang diam dalam penyesalan dosa

Burung-burung setiap hari berkicau, bersyukur kepada-Mu
Semut-semut saling bergotong royong atas perintah-Mu
Kucing yang setia sama majikannya, atas limpahan kasih-Mu
Bahkan pohonpun ruku’ kepada-Mu atas kuasa-Mu

Tapi kenapa, kami yang Kau beri akal jarang yang bersyukur kepada-Mu
Kami jarang membantu sesama dengan tulus, tapi karena terpaksa
Kesetiaan kami kepada orang yang kami sayang, lebih besar daripada terhadap-Mu
Dan bahkan, untuk menyembah-Mu pun terkadang kami malas

Ya Allah, sekarang dunia menangis karena tingkah kami
Tapi hanya sepercik orang yang menyadarinya
Bencana alam yang terjadipun, tak mampu melunakkan hati ini
Untuk melihat dan peduli terhadap orang-orang sekeliling kami

Banyak air mata yang kami teteskan di dunia
Air mata karena cinta, tapi bukan cinta untuk-Mu
Di tiap tetesan air mata, kami selalu berdoa pada-Mu
Tapi di tiap senyum yang memancar, jarang kami bersyukur

Sekarang kedustaan menjadi sebuah realitas
Kemunafikan menjadi sebuah sanjungan
Kelebihan yang dimiliki menjadikan orang sombong
Kebahagiaan seseorang menimbulkan kebencian

Goresan firman-Mu dalam mukzijat Rasulku
Hanya sebagai bacaan yang tak banyak yang meneladaninya
Debu-debu yang mulai mengental di kitab itu
Hanya dipandang dengan sekilas lalu dibersihkan

Ya Allah, Ya Rabb, masihkah kami dapat diampuni?
Dengan dosa-dosa kami yang melebihi bintang-bintang dilangit
Pantaskah kami menjadi bagian dari surga-Mu?
Sedangkan bau neraka dijiwa ini kian tercium

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami
Tuntunlah selalu kami ke jalan-Mu
Dekaplah hati kami dengan cinta-Mu
Hembuskan keindahan dengan kesempurnaan-Mu
Dan teruslah peluk mimpi-mimpi kami dengan pancaran kasih-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar