Tentang kita yang hanya sebatas wajar
Di ingkarkan cerita cinta oleh mereka
Tak sanggup bersua untuk membela
Walau hati meronta akan faktanya
Tentang
kita yang hanya akan menjadi hujan
Tak
diberikan terik oleh mereka tuk datangkan pelangi
Karena
gemuruhlah kepantasan untuk kita, katanya
Walau
hasrat menyeru kasih dalam belenggunya
Tentang kita yang slalu dalam cemoohan
Tak dibiarkannya terselip sedikit indah
Dan cacat kitalah anugerah baginya
Walau cahaya tlah kita sinari tiap saat
Tentang
kita dan secangkir kopi sepi
Walau
tanpa manis di dalamnya
Bukankah
ia tetap nikmat?
Nikmat
dalam pahit layaknya kita
Karena
kita, sekedar cerita klasik yang hanya akan menjadi angan
(Solo, 27 Februari 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar