Sabtu, 10 Desember 2016

Yang Terlewatkan

Di ujung mata aku menatapmu
Kau tersenyum pada yang bukan aku
Terlalu manis untuk ku jelaskan
Tapi tetap hatiku mekar melihatnya

- Cermin

Sudah ku katakan berulang kali
Dia tak mungkin jadi milikku
Aku hanyalah pengagum dibalik layar
Jauhlah seperti ia yang memberi aksi nyata

Sudah kukatakan juga dia menyukai ia
Tapi kenapa kau tak mau berhenti
Kulitnya yang seputih susu
Atau hatinya yang selembut sutra, ku tanya

- Dia

Kenapa kau tidak pernah berani beradu tatap denganku?
Apa aku seburuk itu?
Kenapa juga kau tidak pernah beradu bincang denganku?
Apa aku setuli itu?

Tidakkah kau mendengar doaku tentangmu?
Pada satu masa saat kau membangkitkanku tanpa menggenggam
Aku mulai berimajinasi tentangmu
Melantunkan lagu lagu seraya memikirkanmu

- Ia

Aku berusaha semampuku untuknya
Tapi aku tau hanya kaulah yang ada dalam angannya
Senyumnya padaku hanyalah karna ia membayangkan itu dirimu
Tapi salahkah aku menyukainya?

Kenapa kau tidak keluar dari balik layar?
Biar kita lihat siapa yang lebih berusaha
Aku muak mendengar namamu dari mulutnya
Kau pikir aku ini tak punya hati?

- Aku

Aku bukanlah pencinta yang hebat
Cukup senyummu padanya ku tahu kau penuh cinta
Aku sudah senang kau mencintai ia yang baik padamu
Biarlah aku tetap dibalik layar mendoakan kebahagiaanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar