"Jangan membuat keputusan ketika sedang emosi, dan jangan membuat janji ketika sedang bahagia."
Yeah, that's so true! Lantas, kapan kita harus membuat keputusan dan janji? Ketika kamu sedang emosi, dan ingin seluruh dunia tahu perasaanmu, maka pertama kali tenanglah. Tahanlah emosimu. Memang susah, susah sekali, akupun mengakuinya. Tapi coba berkata pada dirimu sendiri untuk sabar dan tenang. Setidaknya tunggu hingga kau sadar bahwa amarahmu akan membahayakanmu juga, bahwa marah itu temannya setan, dan bahwa amarahmu dapat mempermalukanmu juga. Diam aja dulu kuncinya. Nah, jika kau sudah menenangkan diri dan masih merasa ingin berteriak dan meluapkan segalanya atau bahkan jika dirimu sendiri belum bisa tenang dan sabar, maka menulislah dan rekamlah. Tulislah apa yang kamu rasakan saat kamu sedang emosi. Pergilah kesuatu tempat dimana kau bisa sendiri, dan tulislah apa yang ingin kau luapkan. Kalau tidak ada kertas dan pena, ketiklah. Ketiklah amarahmu di ponselmu atau laptopmu dan kemudian simpanlah dalam foldermu. Jika menulis dan mengetik terlalu melelahkan bagimu karna kau bingung apa yang ingin ditulis, maka rekamlah. Rekamlah semua caci maki dan carut marutmu itu. Ungkapkan sepuasmu hingga kau bingung dan tak ada lagi yang ingin kau ungkapkan. Setelah kau menulis, mengetik, atau merekam, maka bacalah tulisanmu dan dengarlah rekamanmu berulang kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar