Selasa, 15 September 2015
Yang Terpendam
Mungkin lebih tepatnya bukan kecewa.
Hanya kebodohan yang tak sengaja diperlihatkan.
Apa yang aku rasa?
Setidaknya aku lega mampu mengungkap semuanya.
Walau dibalik itu, masih banyak yang lebih menyakitkan.
Ternyata ini tak seindah kepintaran dalam berbohong.
Sajak-sajakku pun mulai layu kini.
Karena tak ada yang bisa kujadikan objek seindah dirimu, seindah dirinya juga.
Aku tak ingin mengusik hatinya terlalu dalam seperti dirimu di singgasana lain.
Diizinkan menari-nari dipermukaannya sajapun itu sudah cukup membahagiakan.
Aku bukan tipe yang optimis.
Aku bukan tipe yang sanggup berlari tanpa digandeng.
Saat gandengan itu lepas, aku hanya bisa diam memandangmu yang menjauh.
Tidak...
Aku tidak ingin berteriak memanggil namamu agar kau berhenti.
Aku ingin terus melihatmu berlari hingga menemukan gandengan baru yang tergenggam lebih erat.
Apa aku menyukaimu? Ya.
Apa aku menyukainya? Ya.
Apa aku menyayangimu? Ya.
Apa aku menyayanginya? Entahlah.
Sudahkah kau dapatkan perbedaan itu disana wahai insan yang sedang bermain riang dalam bayang semu?
Perlahan aku akan melepasmu setelah ikatan itu sengaja ku lepas.
Dan perlahan juga, aku akan melupakannya setelah berharap ada ikatan yang terhubung.
Aku hanya mampu berdoa.
Semoga kalian, insan yang kini menjadi objek sajakku dapat menemukan kebahagiaan :)
With love,
FK
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar