Akhir-akhir ini kata selalu memenuhi pikiranku
Sehingga aku jarang berkata-kata
Entahlah, aku mulai enggan banyak berkata
Toh, tak ada yang pernah benar-benar mendengarkan bukan?
Setidaknya, dalam tulisan yang bisu, ia masih tetap hidup
Dalam tulisan, ia tampak lebih bermakna
Aku bukanlah si pandai perangkainya
Aku tak harap apapun selain membebaskannya, membebaskanku
Tapi kadang, ia bermain begitu liar hingga tak sanggup ku jinakkan
Aku tak pernah ingin merantainya
Seliar apapun, seganas apapun, ia tetap punya penawar
Yang tak kumengerti, terkadang ia merantai dirinya sendiri
Malu bergaul dengan yang bernama nama
Ia belum diciptakan, tapi selalu ingin lahir
Perkara ia dalam pikiran yang berhijrah menjadi nyata
Selalu ingin kusisipkan elok didalamnya
Bukan untuk menoreh apresiasi bagi perangkainya
Hanya saja agar ia dapat dinikmati, bukan sekedar dilirik
Terkadang aku begitu bingung ketika mereka mulai berkelahi
Mencoba meraih kemenangan atas nama yang mereka punya
Dan akhirnya aku berkata kepada kata, "tiada kata yang sempurna"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar