Pagi ini dingin sudah ingin bermain denganku
Hah, tetapi tetap saja aku enggan
Aku hanya ingin menikmati pagi dengan hangat
Dengan seonggok sarapan yang saling menggodaku
Jangan kau bayangkan itu semua
Itu hanyalah fatamorgana imajinasiku
Kenyataannya, aku masih setia dengan malasku
Hanya jariku yang tak sudi dengan itu
Ia mulai lincah menelusuri apapun dalam ponsel
Setiap pagi selalu seperti itu
Jika kau tanya alasannya
Mungkin kau bisa bertanya pada dirimu sendiri, kawan
Jariku berhenti ketika mataku memberi aba-aba
Ia melihat sesuatu yang tak asing di sebuah dinding, katanya, yang asing
Hey! Aku ingat! Itu bulir bulir kalimatku!
Mengapa ada disana?
Apa sang pemilik dinding tertarik?
Mengapa tidak izin?
Hish, batinku geram
Aku tidak peduli siapa pemilik dinding itu
Hanya saja dulu terdengar kabar ia seorang penulis
Tak sebandinglah denganku ini dan remahan kata-kata usangku
Aku juga tak punya dendam kepadanya
Hanya saja aku tak menyangka
Bagaimana penulis sepertinya, yang katanya lagi, membantu menulis novel terjemahan di luar sana, dapat bertindak serong seperti itu
Wow!! Warbyasah!
Tapi sayangnya, aku tak mudah percaya dengan "katanya"
Bahkan walau aku tak mendengar, tak melihat, itu cuma kehanyaan bukan?
Aku tak bego', setidaknya tidak untuk beberapa saat
Jadi, apabila kau membaca tulisanku wahai pemilik dinding indah
Ku beritahu kau satu hal
Biasakanlah izin sebelum meminta agar kau tidak tebilangkan pencecak
Lagipun, kau punya banyak taman kata yang subur
Tidak perlulah mengambil dariku yang tandus
Aku tidak ingin memulai pertengkaran dingin
Cukuplah kau mengerti dan tau apa yang harus kau lakukan segera
Tidak ada komentar:
Posting Komentar